Kamis, 20 Oktober 2016

Mengenal Lagu-Lagu Permainan Pergaulan Daerah Setempat

  Hampir di setiap daerah di Indonesia terdapat lagu-lagu permainan pergaulan yang biasa digunakan sebagai medi bermain anak-anak.
  Lagu-lagu permainan pergaulan ini di setiap daerah memiliki keunikannya tersendiri. Misalnya, lagu Cublak-Cublak Suweng di Jawa Tengah dan Jawa Timur digunakan anak-anak untuk bermain Cublak-Cublak Suweng.
  Anak-anak di jakarta mengenal lagu permainan Ular Naga. Ketika bermain ular naga, anak-anak berbaris panjang sambil berpegangan pada baju temannya. Di sunda dikenal lagu Tokecang, Lagu Cingciripitdan lagu Cacaburange. Lagu-lagu permainan anak ini biasanya memiliki lirik lagu yang pendek dan bersifat jenaka. 
  Di daerah maluku dikenal lagu rasa sayange, bahkan lagu permainan pergaulan ini sudah menjadi lagu yang dikenal di hampir seluruh pelosok Nusantara. Lagu Rasa Sayange sering kali digunakan untuk berbalas pantun pada acara kepramukaan ataupun kegiatan para pemuda dan pemudi dalam berbagai kesempatan.
  Selain lagu Rasa Sayange, lagu Ayo Mama dari Maluku juga sudah dikenal luas masyarakat kita. Lagu ini pun sering digunakan untuk permainan dalam acara-acara kepramukaan, bahkan lirik lagunya sering kali disesuaikan dengan acara yang diadakan.

 Berikut ini beberapa contoh lagu permainan pergaulan dari daerah Jawa.


Rabu, 19 Oktober 2016

Mengenal Unsur-Unsur Musik Dari Lagu Daerah Setempat

 Secara umum, unsur-unsur musik terdiri dari bunyi, irama, notasi musik, melodi, harmoni, kunci, tekstur musik, bentuk musik, dan style atau gaya musik. Unsur bunyi meliputi intonasi, dinamik, dan warna nada. Di dalam unsur-unsur musik daerah memiliki perbedaan antara daerah yang satu dengan daerah lainnya. Namun, ada unsur pokok yang hampir sama di dalam setiap musik daerah, yaitu nada, melodi, ritme, harmoni dan syair.
 Dalam pelajaran ini unsur-unsur musik daerah yang akan dibahas adalah nada, irama, tempo dan dinamik.

1. Nada
    Secara umum nada dipahami sebagai tinggi rendahnya bunyi dalam musik. Ada juga yang menyebut tangga nada atau laras. Nada merupakan unsur utama musik. Kedudukan nada begitu vital dalam musik karena mengandung pengertian berolah vokal. Tidak semua jenis musik daerah menggunakan tangga nada. Adakalanya suatu bentuk musik tidak menggunakan tangga nada, terutama untuk musik ritual, seperti kothekan lesung di Jawa, beghu di Flores, dan gondang di Sumatra Utara.

2. Irama
    Irama adalah ketukan yang teratur, pola ritme tertentu yang dinyatakan dengan nama. Dalam gamelan Jawa dikenal beberapa tingkatan irama, seperti lancar, tanggung, dadi, wiled dan rangkep. 
Daerah-daerah lain pun seperti Jawa Barat, Bali, Madura, dan Lombok juga dikenal beberapa tingkatan irama dalam musik daerah lainnya.
    Secara khusus, irama dipahami sebagai susunan tertentu yang mengatur kecepatan panjang-panjang not dalam suatu karya musik.

3. Dinamik
    Dinamik merupakan keras lemah sebuah nada yang dinyanyikan. Dinamik lagu akan memengaruhi suasana lagu tersebut. Dalam musik nontradisional ada  dua istilah pokok dinamik lagu, yaitu forte dan piano. Forte mengandung arti kuat, sedangkan piano berarti lembut. Dalam notasi musik, forte disingkat f dan piano disingkat p. Kuat lemah sebuah lagu bervariasi sehingga selain forte dan piano masih terdapat dinamik lagu yang lain.

4. Tempo
    Tempo merupakan istilah untuk menggambarkan cepat lambatnya lagu yang dinyanyikan. Tanda tempo biasanya menggunakan bahasa Italia. 

Rabu, 28 September 2016

Membuat Benda Hias dengan Teknik Membentuk

 Bahan yang akan digunakan masih dengan stilingfoam. Bahan ini mudah diperoleh. Kali ini kita akan membuat papan nama yang indah. 
 Sediakan lembaran gabus (stilingfoam) ukuran 30 cm x 50 cm dengan ketebalan 1 cm. Siapkan pula bahan pewarna, seperti cat air, cat plakat, atau cat sablon kain. Untuk bahan perekat sediakan lem kertas atau lem kayu. Alat yang dibutuhkan adalah penggaris, pisau pemotong dan kuas. Perhatikan langkah-langkah berikut.

1. Langkah 1
    Pertama-tama buatlah desain papan nama sesuai selera kamu sendiri. Terutama bentuk landasan hurufnya.

2. Langkah 2
    Buatlah namamu di atas landasan, sesuaikan dengan bentuk landasan agar kelihatan harmonis.

3. Langkah 3
    Potong bentuk landasan sesuai gambar rencana (desain) yang kamu inginkan.

4. Langkah 4
    Potong pula bentuk huruf satu persatu sesuai desain.

5. Langkah 5
    Buat bentuk hiasan lain bila perlu, seperti bentuk bunga, ornamen, atau lainnya.

6. Langkah 6
    Warnai bagian-bagian tersebut dengan cat yang telah disediakan.

7. Langkah 7
    Bila cat sudah kering susun dan rekatkan bagian-bagian itu dengan lem sesuai desain.

8. Langkah 8
    Beri gantungan papan nama yang sudah jadi itu. Maka kini kamu telah memiliki papan nama yang cantik.

 Kamu bisa membuat kreasi yang beragam, bisa saja kamu membuat papan ulang tahun, selamat datang, nama adikmu, aya, kakak, ibu, atau lainnya. Selamat berkarya.



Membuat Desain Benda Hias

 Untuk membuat gambar desain dibutuhkan beberapa bahan dan alat. Untuk pembuatan desain motif ukir kayu juga dibutuhkan alat sebagai berikut.

1. Kertas Gambar
    Kertas gambar yang digunakan sebagai media pembuatan desain adalah kertas gambar sejenis manila.

2. Pensil
    Pensil yang digunakan adalah pensil HB atau 2B agar bila terdapat kesalahan, mudah dihapus.

3. Karet Penghapus
    Karet penghapus yang digunakan adalah karet penghapus untuk pensil.

4. Penggaris
    Jenis penggaris yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan desain, seperti penggaris lurus, penggaris siku, penggaris segitiga, busur, bahkan jangka.

5. Bahan Warna
    Bahan pewarna yang digunakan bermacam-macam disesuaikan dengan selera. Untuk pewarnaan hitam-putih dapat menggunakan tinta bak (tinta cina), spidol, pena biasa, rapidograph, dan sebagainya, sedangkan untuk desain warna dapat menggunakan cat air.

6. Kuas
    Kuas dibutuhkan bila pewarnaan menggunakan cat air atau tinta bak

Membuat Desain Benda Pakai

 Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam membuat desain benda pakai adalah memerhatikan aspek kenyamanan. Yang disebut nyaman adalah benda yang kita desain dapat memenuhi fungsi secara baik atau optimal. Mendesain tempat minum yang baik adalah bila disain itu diterapkan, maka benda yang dibuat akan nyaman sebagai tempat minum.

a. Membuat Desain Pola Batik Daerah Pekalongan
    Membuat desain (pola) batik Pekalongan sebenarnya sama dengan membuat batik daerah lainnya. Di dalam pola batik tradisional biasanya terdiri dari tiga unsur pokok, yaitu:
1.) Motif pokok
2.) Motf isen
3.) Motif pengisi bidang

1.) Motif Pokok
     Motif pokok, yaitu motif yang menjadi motif inti dari keseluruhan pola pada batik. Biasanya motif pokok ini juga menjadi nama dari jenis batik. Misalnya, motif pokok bunga buketan menjadi nama batik buketan.

2.) Motif Isen
     Motif isen, yaitu motif yang berfungsi untuk mengisi (melengkapi) motif pokok. Motif isen biasanya berbentuk garis-garis. Ada berbagai corak motif isen, bahkan seorang perajin dapat menciptakan motif isen tersendiri. Perajin-perajin batik Pekalongan yang terdiri dari kaum wanita sangat mahir menciptakan motif-motif ini secara otodidak.

3.) Motif Pengisi Bidang
     Motif ini merupakan motif diluar motif pokok yang mengisi bidang keseluruhan batik. Motif pengisi bidang bentuknya lebih kecil dari motif pokok.
     Motif pengisi bidang adalah motif yang berfungsi menghias bidang kain batik pokok. Seperti motif isen, motif pengisi bidang juga terdiri dari banyak ragam karena setiap perajin dapat menciptakan variasinya tersendiri.

Senin, 26 September 2016

Beragam Teknik Pembuatan Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

 Pembuatan karya seni rupa yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia dilakukan dengan berbagai macam teknik, antara lain teknik batik, teknik cetak, dan teknik las.

a. Teknik Batik
    Karya seni rupa yang dibuat dengan cara ini memerlukan bahan dan peralatan khusus, serta pembuatannya melalui prosedur yang berbeda dengan teknik yang lain. Bahan dasar yang digunakan untuk membatik, antara lain kain putih yang dapat ditempeli lilin atau malam sebagai bahan perintang dan kain tersebut dapat meresap warna, bahan pembangkit warna, bahan pelarut napthol, bahan pelarut garam, serta lilin atau malam.
    Salah satu daerah yang terkenal dengan teknik membatiknya adalah Pekalongan. Pekalongan terkenal sebagai kota batik karena banyak penduduknya yang membuat kerajinan batik. Hampir diseluruh penduduknya yang membuat kerajinan batik. Hampir di seluruh wilayah Pekalongan terdapat sentra-sentra kerajinan batik. Bahan, saat ini banyak dijumpai grosir-grosir batik yang menjual berbagai macam kerajinan yang terbuat dari kain batik. Batik tidak hanya digunakan sebagai bahan pakaian saja, tetapi dapat juga digunakan untuk hiasan dinding, gorden, taplak meja, tutup saji, payung, dan kap lampu.
    Batik juga dapat dijadikn media ekspresi seperti lukis batik. Batik lukis adalah batik yang dikerjakan dengan teknik lukis. Tentu saja melukisa batik tidak tidak sama dengan melukis di atas kanvas atau kertas. Melukis batik dikerjakan dengan media bahan-bahan batik seperti lilin malam (wax), dan pewarna batik. Pewarnaan batik lukis biasanya menggunakan teknik coletan atau dulitan yaitu teknik pewarnaan menggunakan kuas yang terbuat dari bilah bambu yang dihaluskan salah satu ujungnya. Batik lukis Pekalongan didominasi oleh motif tumbuhan.
    Selain Pekalongan teknik batik banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, antara lain di Garut, Lasem, Cirebon, dan Solo. Masing-masing daerah memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri.


b. Teknik Cetak
    Karya seni rupa yang dilakukan dengan teknik cetak, antara lain berupa fotografi, semua karya seni grafis, dan karya desain grafis. Proses pembuatannya membutuhkan acuan cetak yang dipakai sebagai klise. Dengan klise tersebut memungkinkan karya dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan bentuk, warna, dan kualitas yang sama.


c. Teknik Las
    Dalam membuat karya seni patung dapat menggunakan bahan dari batu andesit, logam, perunggu, atau kayu. Teknik las digunakan untuk membuat patung yang berbahan dasar perunggu atau logam lainnya. Sentra-sentra industri kerajinan logam, antara lain terdapat di Klaten, Juana, dan Mojokerto.   

Fungsi Karya Seni Rupa

 Karya seni rupa memiliki fungsi dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa dapat dibedakan menjadi berikut ini.

a. Karya seni rupa murni, yaitu karya seni rupa yang diciptakan untuk memenuhi kepuasan batin senimannya dan tidak memiliki tujuan praktis. Contohnya, lukisan, patung, hiasan dinding, dan elemen-elemen estetis pada sebuah interior.
b. Karya seni rupa terapan, yaitu karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia. Oleh karena itu, di dalam pembuatannya selalu memperhatikan azaz form follow function (bentuk mengikuti fungsi). Contohnya, meja, kursi, vas bunga, dan pakaian, sedangkan karya seni rupa yang digunakan untuk keperluan upacara adat biasanya memiliki makna tertentu berkaitan dengan kepercayaan masyarakat pendukungnya.

 Sebenarnya manusia menciptakan benda karena ia membutuhkan benda tersebut. Oleh karena itu, setiap benda yang diciptakan manusia selalu mempunyai fungsi. Setidaknya untuk si pembuatnya. Demikian pula benda-benda seni rupa tradisional di daerah juga mempunyai fungsi bentuk dan makna tersendiri.
 Di dalam penciptaan suatu benda masyarakat tradisional biasanya terdorong oleh pengalaman spiritualnya. Oleh karena itu, benda seni rupa tradisional tidak lepas dari makna-makna magis sesuai kepercayaan masyarakat tersebut.
 Berikut ini beberapa contoh karya seni rupa terapan daerah yang memiliki keragaman fungsi dan bentuk.


a. Perisai/Kelembit
    Perisai atau Kelembit termasuk benda seni rupa daerah Kalimantan dari suku Dayak. Benda ini mula-mula mempunyai fungsi sebagai alat penangkis dalam peperangan melawan musuh. Perisai terbuat dari kayu yang ringan, tetapi tidak mudah pecah. Pada awalnya bagian depan perisai dihiasi dengan ukiran, tetapi sekarang ini kebanyakan dihiasi dengan lukisan yang menggunakan warna hitam-putih atau merah-putih. Selain sebagai alat pelindung diri dari serangan musuh, perisai juga berfungsi sebagai alat penolong saat kebakaran atau untuk melindungi diri dari nyala api, untuk perlengkapan menari dalam tari perang, alat untuk melerai perkelahian, dan perlengkapan untuk upacara Belian.
    Adapun Motif yang digunakan untuk menghias perisai tersendiri dari 3 motif dasar, yaitu berikut ini.
a. Motif burung enggang (Kalung Tebengaang)
b. Motif naga/anjing (Kalung Aso')
c. Motif topeng (Kalung Udo')


b. Ulap Doyo
    Ulap doyo merupakan nama kain sebagai benda seni rupa daerah Dayak Benuaq, Ulap berarti kain, Doyo adalah nama sebuah jenis tumbuhan di Kalimantan. Jadi ulap doyo artinya kain yang terbuat dari pohon doyo. Kain dari serat daun doyo ini merupakan hasil kerajinan yang hanya dibuat oleh wanita-wanita suku Dayak Benuaq yang tinggal di Tanjung Isuy.
   Tanaman doyo menyerupai tanaman pandan, tumbuh dengan subur di Tanjung Isuy. Serat daunnya kuat dan dapat dijadikan benang untuk ditenun. Tenunan doyo ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sandang seperti pakaian, dan koplah. Saat ini fungsi ulap doyo berkembang menjadi hiasan dinding.


c. Bening Aban
    Bening aban adalah alat untuk memanggul anak yang hanya terdapat pada masyarakat suku Dayak Kenyah. Alat ini terbuat dari kayu yang biasanya dihiasi dengan ukiran atau dilapisi dengan sulaman manik-manik dan serta uang logam.


d. Mandau
    Mandau merupakan senjata Tradisional khas suku Dayak yang menyerupai pedang. Mandau terbuat dari besi dengan gagang terbuat dari kayu atau tulang. Mandau termasuk benda magis. Oleh karena itu, sebelum pembuatan dimulai, terlebih dahulu dilakukan upacara adat sesuai dengan tradisi dari masing-masing suku Dayak.